Rabu, 15 Maret 2017

Jadi Favorit Selain Bitcoin, Harga Ethereum Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga mata uang digital Ethereum melonjak ke rekor tertingginya hari ini, Kamis, 16 Maret 2017. Harga aset mata uang digital nomor dua setelah Bitcoin itu merayap perlahan sepanjang pekan hingga naik menjadi US$ 32,78 seperti yang dilansir CoinMarketCap, atau sekitar 15 persen lebih tinggi dari harga sesi pembukaan di level US$ 28,65.

Rekor baru itu bertepatan dengan kenaikan harga mata uang digital di pasar cryptocurrency seusai keputusan Komisi Bursa Efek Amerika Serikat (SEC) yang menolak proposal pengucuran dana di Bitcoin ETF yang diusulkan Winklevoss bersaudara, Jumat pekan lalu. Bahkan, hingga laporan ini diunggah, Kamis siang, harga Ethereum tercatat US$ 41,17.

Kapitalisasi pasar mata uang digital terus melonjak dalam beberapa hari pasca-keputusan SEC dengan kenaikan lebih dari US$ 4 miliar pada Senin, menurut data yang dikumpulkan oleh CoinDesk. Harga Ethereum meroket selama reli ini, naik lebih dari 70 persen dari semula US$ 17,68 pada 10 Maret menjadi US$ 30,60 pada 13 Maret 2017. 

Alternatif Pedagang

Adapun alasan di balik berkembangnya permintaan terhadap cryptocurrency yang mendongkrak begitu banyak permintaan, sejumlah analis memiliki penjelasan yang berbeda. Sebelumnya analis berpendapat naiknya permintaan akibat Bitcoin menghadapi beberapa hambatan akhir-akhir ini, seperti drama yang mendominasi di balik berita penolakan minggu lalu.

Namun, tantangan-tantangan yang dihadapi oleh Bitcoin hanya membuat mata uang digital alternatif terlihat lebih menarik. “Ethereum tetap alternatif teratas,” kata Manajer Pendanaan Cryptocurrency Jacob Eliosoff.

Pakar pasar mata uang digital, Tim Enneking, mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Ia menekankan pedagang kembali bergairah dengan aset protokol alternatif.  “Ada keuntungan yang jauh lebih besar ini dari Altcoin ketimbang di BTC (Bitcoin). Lebih banyak keuntungan yang dicetak, maka risiko pun lebih besar di Altcoin!”

Penulis: Admin
Foto: Pixabay
Grafik: CoinDesk 

Jangan Lewatkan

Tawaran Menggiurkan, Beli Tanah di Kawasan Ini Bisa Dibayar dengan Bitcoin

Dunia Bitcoin dan mata uang digital atau cryptocurrency adalah rumah bagi banyak konsep menarik. Sebuah inisiatif baru dengan nama Liberstad memungkinkan pemegang Bitcoin untuk membeli tanah di Norwegia. Ide ini konsep yang cukup menarik, meskipun ada banyak pertanyaan mengenai legitimasi proyek semacam itu. Mari kita lihat lebih dekat proyek apa yang ditawarkan Liberstad dan perlu tidaknya bagi pengguna untuk berhati-hati.

Sekilas, menurut laman The Merkle, Rabu, 15 Maret 2017, proyek Liberstad terlihat cukup menggiurkan. Ada sejumlah lahan di Norwegia bagian selatan, yang dapat dibeli dengan Bitcoin. Liberstad adalah kota swasta pertama di Norwegia yang menawarkan sebidang tanah siap dijual tanpa terlalu banyak tetek-bengek. Pengguna yang membeli sebidang tanah akan menerima akad jual-beli dan perlu membayar deposit 20 persen sebagai jaminan. Transaksi tersebut juga sekaligus penanda "reservasi" atas nama pembeli.

Boleh dikatakan bidang tanah yang dijual relatif cukup murah, mengingat pengguna bisa membeli sebidang tanah yang
langsung menjadi milik mereka. Untuk dana 35 ribu krone Norwegia—kurang lebih US $ 4.500 (sekitar Rp 60 juta) dengan kurs saat ini—pengguna dapat membeli lahan seluas 1.000 meter persegi. Pembayaran deposit akan dihitung berdasarkan nilai tukar krone Norwegia. Perusahaan berharap menjual 15 hektare lahan sebelum 19 Mei 2017.

Salah satu pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah uang yang dibayarkan dapat dikembalikan jika ada masalah di kemudian hari. Menurut laman Liberstad, pengguna akan menerima pengembalian dana deposito penuh pada 26 Mei. Memiliki aset di tempat ini mungkin membuat investor merasa nyaman. Selain itu, saat perusahaan menggunakan BitPay dalam memproses transaksi, ada jejak digital dari transaksi yang bisa dianggap resmi. Setelah pembayaran penuh selesai, pengguna akan menerima bukti kepemilikan.

Dengan berbagai pertimbangan, tawaran ini menjadi peluang investasi menarik. Bisa saja investor internasional ramai-ramai pindah ke Liberstad untuk mengamankan lahan mereka. Karena karakter Liberstad yang memiliki banyak rumah kabin, lahan ini umumnya dipakai sebagai lokasi berlibur. Sebaiknya pengguna tidak perlu pindah secara permanen ke Norwegia, karena sejumlah orang lebih banyak menjadikan tempat ini sebagai pelepas penat saja.

Perlu waktu yang relatif lama sampai semua bangunan didirikan. Selain itu, jalan penghubung masih perlu diciptakan. Seluruh proses ini diharapkan menelan waktu sekitar dua sampai tiga tahun. Investor dapat memulai pembangunan rumah sendiri atau meminta pihak lain melakukannya untuk mereka.

Kendati konsep ini terdengar agak menjanjikan, ada beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, walaupun pengguna akan menerima bukti kepemilikan, tidak berarti mereka memperoleh lahan diinginkan. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan resmi untuk menghutankan kembali lahan yang sudah dibabat, bahkan izin untuk mendirikan struktur bangunan di tanah ini. Meski tim mengklaim tidak ada lisensi khusus yang diperlukan untuk melakukannya, pemerintah cenderung menolak hal-hal di luar persyaratan yang berlaku umum.

Sebelum berinvestasi ke dalam proyek Liberstad, pemodal perlu melakukan persiapan dengan benar. Meskipun ini tampaknya proyek yang sah, mustahil kita melupakan aturan main yang positif. Selain itu, lokasi ini tidak bebas dari hukum Norwegia, tidak sepenuhnya “pribadi” dalam arti tradisional. Konsep seperti ini terdengar menjanjikan, namun ada banyak alasan untuk tetap berhati-hati.

Penulis: Admin
Foto: The Merkle

Jangan Lewatkan

Selasa, 14 Maret 2017

Catat Ini, 6 Cloud Mining Bitcoin Top yang Terbukti Scam


Sepanjang sejarah Bitcoin, ada banyak penipuan bermodus cloud mining alias pertambangan awan. Bukan hal yang hebat, tapi cukup mengejutkan. Apalagi banyak pemegang cryptocurrency atau mata uang digital yang mencari cara meningkatkan kepemilikan Bitcoin dengan usaha sedikit mungkin. Sayangnya, penipuan (scam) ini berarti sejumlah orang kehilangan uang dengan berinvestasi dalam cloud mining. Berikut daftar cloud mining yang terbukti scam seperti yang dikutip dari laman The Merkle, Selasa, 14 Maret 2017.


HASHINVEST

Meskipun nama perusahaan pertambangan Bitcoin ini terdengar cukup menarik, HashInvest tidak pernah berniat membayar penggunanya dalam jangka panjang. Skema Ponzi yang menjadi modus usaha mereka tiba-tiba berantakan setelah dana baru berhenti dari pemodal baru menyalurkan Bitcoin kepada investor. Situasi ini hal biasa dalam modus penipuan pertambangan awan Bitcoin, karena mereka kehabisan uang lebih cepat daripada yang diantisipasi. Situs ini diluncurkan Oktober 2016, namun berhenti membayar sesaat setelah peluncuran.


HASHPOKE

Banyak pengguna Bitcoin cukup terkejut ketika penambangan awan Bitcoin yang terdaftar di Belgia mencoba eksis. Mengingat Belgia adalah salah satu negara termahal di Eropa untuk biaya listrik, klaim seperti itu menggelikan. Meskipun peluncuran terjadi Agustus 2016, usia perusahaan tersebut hanya seumur jagung. Mereka membayar pengguna secara otomatis selama beberapa pekan pertama, namun pembayaran berhenti akhir 2016. Awalnya perusahaan membuat pengembalian investasi (ROI) menjanjikan, tapi dana akhirnya mengering.


BITEMINER

Salah satu penipuan dalam pertambangan awan yang terungkap dalam beberapa bulan terakhir adalah Biteminer. Walaupun konsepnya tampak oke di awal berdirinya, sangat sedikit investor yang bisa meminta depositnya kembali. Biteminer adalah salah satu perusahaan yang tidak pernah memberi bukti hardware pertambangan atau basis operasinya. Mereka juga menjanjikan return harian agak tinggi, yang akhirnya menyebabkan platform ini gulung tikar.


COINTELLECT

Menengok ke 2015, salah satu penipu dalam pertambangan awan terbesar bernama Cointellect. Perusahaan menerima deposit cryptocurrency dan kartu kredit untuk layanan mereka. Dengan menawarkan pengembalian harian tetap, jelas sejak awal perusahaan ini tidak akan bertahan lama. Perwakilan perusahaan bahkan nekat menghadiri konferensi Bitcoin di London untuk merekrut anggota baru, namun Cointellect menghilang tak lama kemudian. Banyak orang kehilangan uangnya dan tidak ada kerugian yang diganti sejak itu.


HASHOCEAN
 
Setiap orang yang terus mengawasi kelakuan perusahaan tambang awan Bitcoin, tentu saja mengingat nama HashOcean. Perusahaan ini terbukti menjalankan skema Ponzi. HashOcean sempat beroperasi lebih dari satu tahun sebelum kabur. Pengguna menerima pembayaran tepat waktu selama beberapa bulan sampai perusahaan tiba-tiba mengumumkan akan memindahkan operasi tambang ke pusat data baru. Setelah berita menyebar, kebusukan pun segera tercium. Sejak menutup situsnya tidak ada yang mendengar kabar dari HashOcean lagi.


GAWMINERS

Tidak mungkin membahas penipuan pertambangan awan Bitcoin jika tidak menyinggung GAWminers. Ini skema Ponzi terkenal, yang dioperasikan Homero Joshua Garza. Ia menyebabkan investor kehilangan jutaan dolar sebelum akhirnya menutup operasinya. Perusahaan ini kelihatan resmi karena ikut memperkenalkan PayCoin sebagai bagian dari platform GAWMiners. Pada akhirnya Garza melarikan diri negara dengan jutaan dolar curian dan tidak ada yang menalangi kerugian investor sejak saat itu. Tidak ada yang tahu juga keberadaan Garza hingga kini.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay

Jangan Lewatkan

Lebih Intim dengan Bitcoin Unlimited, Motif dan Tujuan Pembentukannya

Halo kawan kawan semua, artikel hari ini kita akan mengulas tentang tujuan dan motif di balik pengembangan Bitcoin Unlimited.

Sebelum menggali lebih dalam perlu diketahui terlebih dahulu bahwa ada tiga golongan Komunitas Bitcoin saat ini. Pertama ialah Bitcoin Core yang saatk ini memonopoli hampir rata-rata keseluruhan hashrate (satuan daya dalam memproduksi Bitcoin) dalam jaringan Bitcoin. Kedua ialah Bitcoin Classic dan yang Ketiga ialah Bitcoin Unlimited.

Dari ketiga tiga golongan Bitcoin ini, setiap komunitas mempunyai motif dan tujuan masing masing. Mereka mempunyai pendapat yang berbeda-beda terhadap isu skalabilitas Bitcoin. Golongan Bitcoin Core sangat anti untuk melakukan hardfork yang bermaksud meningkatkan sizeblock blockchain supaya dapat menampung lebih banyak transaksi.

Menurut pendukung Bitcoin Core, Segregated Witness dan Lightning Network, yang dapat menskalakan transaksi Bitcoin di luar Blockchain-nya (tanpa hardfork), lebih dari cukup untuk mengatasi isu itu. Jika Anda posting topik tentang hardfork di forum Redditnya Bitcoin, jangan heran kalau postingan itu akan langsung didelete. Bahkan, bisa bisa aja Anda diblokir dari forum tersebut.

Sedangkan pendukung Bitcoin Classic dan Bitcoin Unlimited mempunyai tujuan rada mirip yaitu Bitcoin hendaknya melakukan hardfork dan meningkatkan size block. Yang menjadikan Classic dan Unlimited berbeda, Unlimited mempunyai organisasi non-profit. Di sini mereka membuat keputusan sesuai suara para miner alias penambang. Contohnya: seberapa besar peningkatan size block yang mereka kehendaki?

Di sinilah Roger Ver, tuhannya para investor dan orang yang pertama kali berinvestasi pada sejumlah start-up Bitcoin, sangat mendukung dan memperjuangkan Bitcoin Unlimited. Unlimited kian menarik saat salah satu mining pool terbesar, ViaBTC, menglihkan hashratenya dengan cara mengganti klien dari Bitcoin Core ke Bitcoin Unlimited.

Pengalihan klien itu oleh ViaBTC menyebabkan hashrate Bitcoin Unlimited melalui  Bitcoin.com MiningPool melonjak kepada 0,8 persen hashrate secara global. Dan agar Bitcoin Unlimited bisa mengambil alih Bitcoin Core, maka mereka setidaknya harus menguasai lebih dari 51 persen hashrate secara global.

Menurut komunitas Bitcoin Unlimited, Segragated Witness ide yang buruk. Alasannya, Segregated Witness cuma membantu meningkatkan keefisienan sizeblock menjadi 1,7 MB saja. Sedangkan peningkatan ke 1,7 MB, lambat laun juga akan mendatangkan masalah kepada Bitcoin kembali pada akhirnya.

Hanya butuh waktu setahun saja, 1,7 MB ditaksir tidak akan dapat lagi menampung adopsi peningkatan populasi pengguna Bitcoin. Selain itu, dengan pengintegrasian Segragated Witness, maka skala 1,7 MB akan mengundang bejibun permasalahan teknikal, dimana segala struktur transaksi Bitcoin di wallet, miningpool, software, ATM Bitcoin, dan exchanger harus di-setting ulang. Belum lagi biaya eksternal untuk pengintegrasian ini cukup besar biayanya, semua semata mata demi peningkatan 1,7 MB size block doang.

Selanjutnya, komunitas Bitcoin Unlimited mengganggap Lightning Network bukan solusi skalabilitas yang ampuh. Alasannya, karakteristik Lightning Network yang bersifat sentralisasi, yakni pengguna harus mengunci dulu Bitcoin mereka dalam sebuah "hubs" baru transaksi dapat diproses. Semua prosedur tersebut secara tidak langsung menjadikan Lightning Network tidak berbeda dengan bank, padahal orang orang menggunakan Bitcoin karena hendak menjauhi sistem bank yang bersifat sentralisasi.

Bitcoin Unlimited membenarkan para minernya untuk menentukan sendiri seberapa besar maksimal blocksize yang hendak mereka hasilkan dengan memasukkan skrip coinbase pada setiap block. Ini akan menjadikan ukuran block Bitcoin lebih fleksibel dan dapat diatur dengan mudah. Tentu saja risiko terbesar hardfork adalah terjadinya dua skenario Blockchain seperti yang terjadi dengan mata uang digital alternatif Ethereum dan Ethereum Classic.

Namun begitu, menurut komunitas Bitcoin Unlimited, mereka menyatakan bahwa jika mayoritas orang setuju dengan peningkatan blocksize ini maka kemungkinan terjadinya dua jenis Blockchain menjadi kecil.

Lantas, siapakah yang akan muncul menjadi pemenang? Mungkin cuma waktu yang akan menjawab segalanya. Namun, sangat tidak mudah untuk Bitcoin memecahkan isu skalabilitasnya dengan adanya tiga kelompok yang saling bertentangan seperti ini. Sedangkan di sisi lain, Ethereum sudah mempunyai solusi terhadap permasalahan skalabilitasnya.

Penulis: Hadi Oneyesoneno
Foto: Istimewa
Sumber Asli: Klik di Sini

Pasar Mata Uang Digital Meledak hingga US$ 25 Miliar, Bitcoin Masih Juaranya




Saat orang sedang mengamati pergerakan mata uang digital alterntif atau Altcoin seperti Ethereum dan Dash mencapai rekor tertingginya, ekosistem mata uang digital secara keseluruhan tampaknya terus meroket. Kapitalisasi pasar semua mata uang digital atau cryptocurrency yang beredar telah mendekati US$ 25 miliar atau sekitar Rp 334 triliun.

Di antara ratusan mata uang digital yang terdaftar, Bitcoin tentu saja masih juaranya. Saat ini Bitcoin menyumbang sekitar 80 persen dari total kapitalisasi pasar dari semua mata uang digital yang beredar. Saat keputusan otoritas bursa efek Amerika Serikat menolak proposal Winklevoss Bitcoin ETF di bursa efek, dominasi Bitcoin bahkan mencapai 88 persen.

Investor mata uang digital, yang sebelumnya berspekulasi pada persetujuan Bitcoin ETF, sekarang tampaknya lebih memilih mata uang digital sekunder di luar Bitcoin, seperti Ethereum dan Dash. Kedua koin tersebut telah melaporkan keuntungan besar dalam tiga bulan terakhir dan tampaknya semakin meningkat saat penolakan terhadap Bitcoin ETF.

Adapun kapitalisasi pasar Ethereum telah melesat dari US$ 1 milyar sebulan yang lalu hingga mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar saat ini. Sedangkan Dash mencatat keuntungan yang tak kalah mengesankan juga, dengan kapitalisasi pasar saat ini yang menyentuh US$ 500 juta atau naik dari US$ 120 juta sebulan lalu.

Seperti yang dilansir dari laman Cointelegraph, Senin, 13 Maret 2017, sejumlah Altcoin yang telah meningkatkan fitur keamanannya, seperti Monero dan Zcash, diperkirakan bakal menambah seru persaingan di pasar mata uang digital.



Apakah Terus Meroket?

Namun, apakah kapitalisasi pasar total US$ 25 miliar berarti mata uang digital berada di wilayah bubble (nilai aset lebih besar ketimbang nilai fundamentalnya)?

Nilai kapitalisasi pasar mata uang digital masih relatif murah jika dibandingkan dengan sejumlah aset berkelas lainnya. Kapitalisasi pasar pasar saham di Amerika Serikat mencapai sekitar US$ 25 triliun, atau seribu kali dari nilai semua mata uang digital yang beredar. Nilai semua emas yang beredar adalah sekitar US$ 7 triliun.

Kapitalisasi pasar total semua cryptocurrency kurang lebih sama dengan kapitalisasi pasar aplikasi Snapchat dan kurang dari seperdelapan dari kapitalisasi pasar vendor kartu kredit dan kartu debit Visa Inc.

Mengingat potensi besar di seluruh dunia mulai dari transfer uang untuk smart contract, nilai pasar cryptocurrency masih dalam tahap wajar. Jika pengembangan dan perbaikan terus berlanjut, nilai mata uang digital bisa terus meroket.

Penulis: Admin

Senin, 13 Maret 2017

Inilah 7 Selebritas yang Kepincut dengan Bitcoin, dari Mel B hingga Ashton Kutcher

Perlahan tapi pasti, sejak delapan tahun silam Bitcoin sudah menarik perhatian dunia. Para pendukungnya sudah bertebaran dari Jakarta hingga Kolkatta. Para artis dan selebritas papan atas dunia tak ketinggalan berheboh-ria dengan mata uang digital yang diciptakan pertama kali oleh sosok yang menyebut namanya Satoshi Nakamoto.

Berikut ini daftar para artis, selebritas, dan orang terkaya dunia, yang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Mereka turut mendukung, bahkan berinvestasi dalam pengembangan Bitcoin, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.     


NAS

Artis penjual multi-platinum ini telah berubah menjadi pebisnis sejak debutnya IllMatic pada 1994. Selama beberapa tahun terakhir, Nas membantu peluncuran ulang Mass Appeal seusai menandatangani kontrak enam digit dengan majalah tersebut. Nas pun ikut mempromosikan butik sepatu sneaker di Las Vegas, Amerika Serikat.

Namun, rapper dan manajernya, Aymen Anthony Saleh, ini menggemparkan berita teknologi dan mata uang virtual dunia ketika mereka berinvestasi di lebih dari 40 perusahaan startup, termasuk Coinbase dan 500 Startups. Dengan dukungan dari pebisnis, Andreessen Horowitz, dua investor itu tampaknya tidak akan memperlambat waktu dekat.


MEL B

Mantan personel Spice Girl, yang dikenal para fans sebagai "Spice Scary", membuat sejarah pada  Desember 2013 ketika menjadi musisi pertama yang menerima Bitcoin setelah bermitra dengan perusahaan pertambangan Bitcoin, CloudHasting.com. Juri X Factor itu memberi penggemarnya kesempatan membeli single terbarunya, “For One in My Life”, dengan mata uang virtual lewat website-nya.

“Saya suka bagaimana teknologi baru membuat hidup kita lebih mudah, dan bagi saya, itu menarik. Bitcoin menyatukan penggemar saya di seluruh dunia menggunakan satu mata uang. Mereka dapat membayar menggunakan Bitcoin,” kata Mel B dalam jumpa pers bersama perusahaan yang berbasis di London itu.


SIR RICHARD BRANSON

Miliarder sekaligus pendiri Virgin Group menjadi pendukung utama mata uang virtual dalam beberapa tahun belakangan ini. “Saya berinvestasi di Bitcoin karena percaya pada potensi dan kapasitasnya mengubah pembayaran global. Sudah jelas selama ini orang-orang tidak puas dengan pendekatan bisnis seperti yang dilakukan jaringan pembayaran konvensional.”

Branson berinvestasi di BitPay dan bahkan mengumumkan rencana kemungkinan menerima pembayaran Bitcoin untuk terbang bersama Virgin Galactic-nya ke ruang angkasa. Beberapa tahun lalu, Branson menyelenggarakan KTT Blockchain di pulau pribadinya, Nectar Island. Banyak pemain besar berkumpul membahas masa depan mata uang itu.


ASHTON KUTCHER

Selain pengaruhnya pada budaya pop, Kutcher dikenal juga sebagai investor. Ia mendirikan perusahaan patungan, A-Grade Investments. Perusahaannya telah berinvestasi di BitPay, BitGo, dan SoundCloud, yang menerima pembayaran Bitcoin via ChangeTip. Perusahaan itu juga berinvestasi di banyak startups besar lain, seperti Skype, Airbnb, dan Uber.

Pada 2013, Aston Kutcher berbicara tentang mata uang virtual itu di TechCrunch Disrupt NY, Amerika Serikat. Mantan suami mengatakan, “Revolusi Bitcoin dimula dari sini. Di sini menawarkan banyak kesempatan untuk berinvestasi. Menurut saya Bitcoin semakin lama akan semkian relevan dengan kehidupan kita.”


MIKE TYSON

Mantan petinju kelas berat legendaris itu meminjamkan namanya untuk merek anjungan tunai mandiri (ATM) Bitcoin. Mike Tyson Bitcoin ATM, demikian nama ATM itu, memanjakan para pembeli Bitcoin untuk menggunakan perangkat mobile mereka, menurut Bitcoin Direct, yang mengoperasikan mesin.

Perusahaan tersebut menyatakan mereka akan mengaktifkan mesin pertama di Las Vegas pada 24 September 2015. “KO tercepat Mike Tyson di atas ring adalah 30 detik," sebut Bitcoin dalam promosinya lewat sebuah iklan. “ATM Mike Tyson Bitcoin dapat mengubah uang Anda menjadi Bitcoin di bawah 20 detik.”


JULIAN ASSANGE

Pemimpin Redaksi Wikileaks Julian Assange pada 10 Januari 2017 membacakan Blockchain nomor 447.506 dalam sebuah rekaman video. Angka itu mewakili blok Bitcoin terbaru yang  dipublikasikan ke Blockchain tersebut. Para ahli berpendapat ini bukti bahwa Assange masih hidup, atau setidaknya kehadiran whistleblower itu bukan saat selesai rekaman.

Sebelumnya, sejumlah spekulasi menyebutkan Assange sudah mati atau kehilangan kendali atas identitas online-nya. Alih-alih memegang surat kabar hari ini, seperti yang biasa dilakukan untuk menujukkan eksistensinya, pria Australia itu memakai teknologi Blockchain untuk membuktikan ia masih hidup, terdapat di kedutaan Ekuador.

Bitcoin pun disebut penyelamat organisasi non-profit itu. Ketika 2011 Bank of America, Visa, Mastercard, dan Paypal menghentikan penyaluran sumbangan untuk WikiLeaks, Assange mengumpulkan donasi lewat Bitcoin. WikiLeaks mengumumkan lewat Twitter pada 14 Juni 2011, lembaganya mengumpulkan lebih dari 4.000 bitcoin melalui dompet donasi.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay

Jangan Lewatkan
 

Minggu, 12 Maret 2017

Usai Ambruk Gara-gara Heboh Bitcoin ETF, Harga Bitcoin Melaju Lagi

Pada 10 Maret 2017 setelah penutupan New York Stock Exchange, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat menolak proposal pencatatan saham perdana Bitcoin atau Bitcoin ETF menyusul adanya kekhawatiran regulator terhadap ketidakjelasan aturan dan risiko manipulasi dalam perdagangan Bitcoin. Menyusul pengumuman itu, harga Bitcoin turun ke posisi terendah US$ 1.020. Namun harga kembali pulih ke US$ 1.180.

Menurut laman Bitcoin.com, Sabtu, 11 Maret 2017, atau Minggu waktu Indonesia, harga dan komunitas Bitcoin langsung bereaksi dalam perdagangan ketika SEC menolak Bitcoin ETF. Walhasil, harga menukik tajam setelah pengumuman SEC dan kehilangan 15 persen dari nilai harga sebelumnya hanya dalam hitungan menit. Siang hari harga sempat melompat ke rekor terbaru saat orang menunggu keputusan dari badan pengawas saham itu.

Namun, segera setelah keputusan tersebut diketuk, penurunan harga mulai menciptakan gejolak yang signifikan dan pertukaran menjadi lambat. Jaringan bursa Bitcoin terkemuka seperti Coinbase, malah sempat ngadat selama peristiwa itu tapi kembali online tak lama setelah penurunan harga. Setelah itu sSebagian besar komunitas Bitcoin di sejumlah forum terkemuka dan media sosial tampaknya mengabaikan berita penolakan ini dengan cepat.

Bahkan, sejumlah analis dan investor menyambut penolakan SEC dengan tangan terbuka serta mengatakan mereka tidak butuh persetujuan untuk Bitcoin ETF. Banyak pendukung Bitcoin berharap harga menjadi stabil setelah pengumuman itu. "Pasar sedang mencerna informasi yang terjadi saat ini. Kami berharap volatilitas terus berjalan dan volume tinggi," kata Charles Hayter, pendiri situs mata uang digital Crypto Compare.

Petar Zivkovski, Chief Operating Officer dari platform perdagangan Bitcoin Whaleclub, mengatakan kepada Bitcoin.com dan memberi penilaian Whaleclub terhadap masa depan pasar Bitcoin. "Kami berharap penurunan besar dalam volatilitas akan berbalik, baik dalam penjualan maupun pembelian BTC. Sebagian besar kenaikan sebelumnya sebanyak US$ 750 didukung oleh rumor dan spekulasi seputar Bitcoin ETF, " kata Zivkovski kepada Bitcoin.com.

Adapun harga Bitcoin di sejumlah bursa terkemuka terpantau stabil hingga berita ini diunggah Minggu malam, 12 Maret 2017, pukul 19.32. Harga Bitcoin di OKCoin tercatat US$ 1.182,60; Bitfinex: US$1.173,00, CoinDesk: US$ 1.182,24, Coinbase: US$ 1.194,58, Huobi: 7.825,00 yuan; dan BTCChina: 7.817,99 yuan. Adapun harga Bitcoin di VIP Bitcoin terpantau Rp 15.779.900 dan Luno Indonesia tercatat Rp 15.770.500.

Penulis: Admin