Sabtu, 11 Maret 2017

Lima Kesalahan Terbesar Pengguna Bitcoin Pemula yang Jarang Diketahui


Ekosistem Bitcoin terbuka untuk siapa saja dan di mana saja, terlepas dari keahlian teknis mereka mengenai hal ini. Para pengguna Bitcoin pemula sering menemukan kendala saat terlibat dengan mata uang digital itu, meskipun prosesnya sudah disederhanakan. Berikut daftar kesalahan umum yang dilakukan pengguna pemula saat berurusan dengan Bitcoin.



#5 Tidak Mengingat Dompet Sandi

Satu hal yang paling disorot dari pengguna dari Bitcoin pemula adalah bagaimana mereka mengaktifkan perlindungan terhadap password atau kata kunci untuk dompet Bitcoin. Ini langkah besar menuju ke arah yang benar. Sebabnya, tanpa password siapapun bisa dengan mudah meretas dompet seseorang. Perlu sebuah skenario menghindari kerugian, mengingat butuh sedikit usaha untuk melakukannya.

Tidak mengingat kata sandi menjadi masalah yang paling umum dihadapi pengguna Bitcoin pemula. Banyak orang lupa password atau kata sandi yang mereka gunakan untuk mengenkripsi dompet Bitcoin. Kebiasaan itu bukan hal yang aneh, tapi  persoalan bisa berabe. Untuk berjaga-jaga, pengguna bisa mencatat kata sandi atau menyimpannya dalam format digital dalam perangkat offline.


#4 Tak Ada Dompet Bitcoin Tambahan

Terlepas dari perangkat yang diandalkan pengguna pemula dalam menyimpan Bitcoin, menciptakan dompet cadangan hal yang paling penting. Pengguna mengendalikan Bitcoin-nya sendiri, sehingga perlu antisipasi yang tepat untuk memastikan Bitcoin dapat diakses kapan saja. Kebanyakan penyedia layanan dompet memiliki fitur membuat wallet cadangan. Dompet cadangan mutlak di dunia Bitcoin. Tak ada alasan untuk tidak membuat satu saja dompet cadangan.


#3 Kurang Riset Layanan Baru

Setelah pengguna Bitcoin pemula mendapatkan akses ke industri cryptocurrency, mereka akan menemukan banyak jenis layanan. Namun, tidak semua layanan ini sama, karena banyak penipuan dan skema Ponzi di luar sana. Pengguna pemula selalu perlu melakukan uji kelayakan ketika mendapat promosi layanan Bitcoin terbaru sebelum menggunakannya. Transaksi Bitcoin tak dapat dikembalikan, dan uang yang hilang akan hilang selamanya.


#2 Membeli Dan Jual Berdasarkan Emosi

Sulit untuk mengukur kapan harus membeli atau menjual Bitcoin. Sebagian besar pengguna pemula berdagang berdasarkan emosi dan masukan yang diberikan oleh pengguna lain. Ini bukan strategi terbaik, karena para pedagang sering mencari cara untuk memanipulasi para pengguna pemula dalam melakukan penawaran saat bertransaksi.

Ini juga berarti orang akan memberitahu Anda untuk membeli atau menjual Bitcoin pada saat tertentu dengan harapan melibatkan orang untuk melakukan hal itu. Pengguna Bitcoin pemula dilarang berdagang berdasarkan emosi atau panik, meskipun hal itu sah-sah sajah. Jangan pernah dibimbing oleh emosi Anda ketika terjun ke perdagangan Bitcoin.


#1 Meninggalkan Dana di Platform Pertukaran

Salah satu kesalahan terbesar pengguna Bitcoin pemula hari ini adalah menyimpan dananya di wallet milik platform pertukaran Bictoin. Platform pertukaran hanya memfasilitasi pembelian dan penjualan Bitcoin. Mereka tidak bisa dianggap sebagai layanan dompet. Menyimpan dana di platform pertukaran memungkinkan perusahaan mengintip Bitcoin Anda. Ini tidak boleh terjadi. Pengguna pemula Bitcoin perlu memindahkan dana dari platform pertukaran secepat mungkin.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay

Jangan Lewatkan 

Jumat, 10 Maret 2017

SEC Tolak Permohonan Winklevoss Bitcoin ETF, Harga Bitcoin Terjun Bebas

Otoritas bursa efek Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission menolak proposal penawaran saham perdana Bitcoin (Bitcoin ETF) yang diajukan oleh investor Cameron dan Tyler Winklevoss. SEC beralasan, Bitcoin ETF rentan terhadap risiko penipuan dan kurangnya regulasi di antara pasar Bitcoin dunia.

Keputusan itu menjawab permintaan Cameron dan Tyler Winklevoss yang diajukan sejak tiga tahun lalu. Si kembar Winlevoss berusaha menjadi investor pertama yang mendaftarkan Bitcoin sebagai komoditas pada pertengahan 2013. Investor Bitcoin ETF memperluas penawaran dari US$ 20 juta menjadi US$ 100 juta.

Segera setelah pernyataan publik dari SEC dirilis ke publik, harga Bitcoin terjun dari US$ 1350 ke US$ 980 dalam hitungan detik. Namun, harga Bitcoin pulih relatif cepat setelah dan menjaga stabilitas di US$ 1.100. Saat berita ini diunggah, harga rata-rata Bitcoin di CoinDesk tercatat US$ 1.077, 72, Bitfinex (US$ 1.074,84)

Seperti yang dikutip laman CoinDesk, Sabtu pagi, 11 Maret 2017, SEC mengatakan: “Setelah berdiskusi Seperti dibahas lebih lanjut di bawah ini, Komisi setuju menolak aturan yang diusulkan karena proposal tikda konsisten dengan Pasal 6 (b) (5) dari Akta Perdagangan, yang membutuhkan, antara lain, aturan-aturan bursa efek nasional dirancang untuk mencegah tindakan dan praktik curang dan manipulatif dan untuk melindungi investor dan kepentingan umum.”

Penulis: Admin

Harga Bitcoin Sempat Tembus US$ 1.300 Menjelang Keputusan Bitcoin ETF

Harga Bitcoin meroket sejenak Jumat pagi ini waktu setempat, atau malam waktu Indonesia, hingga di atas US$ 1.300 sebelum akhirnya turun lagi. Harga memuncak pada rata-rata US$ 1,325.81, sebelum kembali jatuh tajam di bawah level itu ke US$ 1,178.54.

Bahkan penurunan harga yang lebih dramatis tampaknya dirasakan langsung oleh bursa mata uang digital Bitfinex yang mencapai US$ 1120. Saat laporan ini diunggah pada Jumat malam, harga rata-rata US$ 1,263.98 sesui data CoinDesk Bitcoin Price Index.

Perkembangan harga terbaru ini muncul saat otoritas bursa saham Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission) mendekati keputusannya tentang perubahan aturan yang akan melapangkan jalan bagi kucuran dana yang yang diusulkan investor Bitcoin (ETF).

Keputusan tersebut diharapkan disampaikan hari ini, Jumat, 10 Maret 2017, meskipun tenggatnya baru berakhir 11 Maret 2017. Namun, hingga kini SEC belum merilis informasi apapun mengenai keputusannya terhadap Bitcoin ETF.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay

Bitcoin Semakin Mahal, Investor Lirik Dash


Dengan harga satu Bitcoin mencapai sekitar US$ 1.200 atau setara dengan Rp 16 juta, banyak investor yang kemudian mengalihkan perhatian mereka kepada mata uang digital alternatif atau Altcoin dalam upaya mencetak keuntungan. Menurut laman Cryptocoinsnews, Kamis, 8 Maret 2017, salah satu mata uang digital alternatif yang menjadi sasaran adalah Dash.

Menurut Coin Market Cap, seperti yang dikutip Cryptocinsnews, Dash kini mencatat pertumbuhan tercepat ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum. Harga Dash naik menjadi US$ 43,89 dari sekitar US$ 8 dalam dua bulan. Dengan harga Bitcoin di US$ 1.188, tidak sulit melihat alasan begitu banyak orang yang menempatkan dana mereka ke mata uang digital alternatif.

Dari ratusan mata uang digital yang tercatum di dalam daftar, Dash bukan satu-satunya cara untuk berinvestasi. Peringkat keenam dan ke-12 dalam tabel yakni Monero dan Zcash dengan masing-masing seharga US$ 13,32 dan US$ 36,68. Bagi investor yang merasa ketinggalan kereta, masih ada cara alternatif meraih keuntungan dari investasi.

Dalam sebuah laporan yang ditayangkan Bloomberg, terlihat bagaimana mata uang digital lainnya berpotensi menjadi mata uang arus utama karena banyak orang mulai menerima mereka sebagai bentuk perdagangan. "Namun, seberapa banyak yang meyakini mata uang itu berperan dalam perdagangan, yang ujungnya mempengaruhi harga, masih belum jelas," demikian Cryptocoinsnews.

Namun, seiring rencana otoritas bursa saham Amerika Serikat pada 11 Maret yang akan memutuskan nasib investor pertama untuk mencatatkan sahamnya di bursa, perdagangan Bitcoin tetap berpotensi menguntungkan. Jika proposal ditolak, maka bakal terjadi gejolak volatilitas yang mempengaruhi harga mata uang digital tersebut.

Volatilitas harga kemungkinan membuat jalan bagi investor yang melakukan lindung nilai terhadap Bitcoin mereka sekaligus membuka pintu bagi mereka untuk membeli Bitcoin dengan harga murah dan menjual ketika harga Bitcoin meningkat.

Tidak hanya itu, seperti yang dinyatakan Bloomberg, Bitcoin sedang didera masalah kecepatan jaringan sehigga transaksi sering memakan waktu satu jam. Ketika sejumlah pengembang atau developer gagal mencapai kesepakatan untuk memecahkan masalah kecepatan tersebut, investor akan beralih ke koin lain sebagai gantinya.

Tidak seperti Bitcoin, yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 19,3 miliar, Altcoin  seperti Dash, Monero, dan Zcash memiliki pangsa pasar yang lebih kecil. Ini berarti bahwa mereka cenderung lebih tidak stabil.

Tentu saja, jika regulator menyetujui proposal yang diajukan investor Bitcoin, maka harga mata uang digital itu bakal semakin melambung. Konsekuensinya banyak investor yang semakin sulit untuk menginvestasikan dananya dalam Bitcoin. Sebaliknya, mereka lebih mungkin untuk memindahkan fulus ke tempat lain.

Penulis: Admin

Kamis, 09 Maret 2017

Sempat Anjlok, Harga Bitcoin Berbalik Arah, Naik ke Level US$ 1.194

Harga Bitcoin bangkit dari keterpurukan dan mencetak kenaikan tinggi. Penjualan masif di awal perdagangan mendorong mata uang digital itu turun hampir 4 persen menjadi US$ 1.120, tapi aksi beli yang tak kalah ramai selama Kamis siang waktu Amerika Serikat atau Kamis tengah malam waktu Indonesia mendongkrak harga 2,5 persen di US$ 1.194.


Perdagangan Bitcoin berjalan stabil selama beberapa sesi di tengah spekulasi seputar keputusan otoritas bursa saham Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission terhadap proposal yang diajukan tiga investor besar. Ketiganya ingin mencatatkan saham perdana di bursa saham dengan nilai kapitalisasi trilunan rupiah.

Harga Bitcoin naik beruntun lebih dari 30 persen dari 9 Februari hingga 3 Maret karena para pedagang berspekulasi SEC akan menyetujui setidaknya salah satu dari tiga investor yang ingin mengucurkan dananya di bursa Bitcoin dengan tenggat 11 Maret. Karena batas waktu jatuh pada hari Sabtu, keputusan tersebut kemungkinan muncul pada Senin, 13 Maret.

Namun, harga Bitcoin terus berada di bawah tekanan beberapa hari terakhir. Pada Selasa, Bitcoin anjlok hingga US$ 100 dalam hitungan menit setelah judul utama laman Bloomberg yang mengutip pejabat People’s Bank of China atau bank sentral Cina menyebutkan pengawasan terhadap Bitcoin baru-baru ini akan terus berlanjut.

Dampak dari kabar itu semakin meluas setelah tiga bursa terbesar di Cina menyatakan mereka terus menunda penarikan Bitcoin dan Litecoin sampai persetujuan diberikan bank sentral. Akibatnya, harga Bitcoin anjlok lebih dari 5 persen pada Rabu. Sepanjang 2017, harga Bitcoin naik hingga 25 pesen setelah naik 120 persen pada 2016.

Hingga berita ini diunggah, Jumat siang, 10 Maret 2017, harga Bitcoin di sejumlah bursa utama mata uang digital dunia tercatat nyaris serupa. Bitfinex mencatat harga Bitcoin di US$ 1.194,50, dan CoinDesk di US$ 1.196,85. Demikian pula di Indonesia. Harga Bitcoin di VIP Bitcoin berada di level Rp 16.128.000 dan Luno Indonesia tercatat Rp 16.152.500.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay
Grafik: Investing.com


Jangan Lewatkan 


Ribut Harga Bitcoin Anjlok: 9 Altcoin Ikut Turun, Faktor Bitcoin ETF atau Khawatir Keamanan?


Harga sembilan dari sepuluh mata uang digital atau cryptocurrency mengalami penurunan antara tiga persen hingga 12 persen dalam 24 jam terakhir. Rabu waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, harga Bitcoin turun lebih dariUS $ 100, atau setara kehilangan enam persen dengan Ethereum mencatat kerugian yang sama. Sedangkan Monero ambruk 10 persen. Hanya Ripple membukukan kenaikan 6,5 persen sekaligus melawan tren penurunan.

Penurunan harga yang meluas itu muncul menjelang keputusan terhadap Bitcoin ETF oleh otoritas bursa saham (Securities and Exchange Commission) Amerika Serikat pada Jumat, 11 Maret 2017. Para pedagang menjual Bitcoinnya untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan penolakan terhadap investor Bitcoin, yang jika disetujui, akan menjadi perusahaan pertama mencatatkan dirinya di bursa saham.



 Selain itu, pada Selasa, laman pembocor dokumen rahasia Wikileaks menerbitkan volume pertama dari proyek data massal terkait praktik mata-mata AS, yang diduga menyadap perangkat elektronik konsumen seperti smartphone di seluruh dunia. Meski sulit disebut sebagai penyebab kemerosotan yang mendadak itu, berita tentang kerentanan perangkat konsumen juga mengancam akses dana cryptocurrency dalam perangkat tersebut.

Sebelum berita kebocoran merebak, John McAfee, programmer dan investor, sudah memperingatkan pada konferensi Blockchain di London, November 2016, bahwa password dompet mata uang digital bisa diretas dalam “lima menit”. “Ini untuk pemilik ratusan ribu dolar di dompet smartphone. Saya beritahukan, ‘Jika Anda memberi saya nomor telepon, dalam lima menit saya akan mentransfer semua Bitcoin Anda ke rekening saya’.”

Penulis: Admin
Foto: Cointelegraph
Grafik: Coontelegraph 
 
Jangan Lewatkan