Kamis, 09 Maret 2017

Ribut Harga Bitcoin Anjlok: 9 Altcoin Ikut Turun, Faktor Bitcoin ETF atau Khawatir Keamanan?


Harga sembilan dari sepuluh mata uang digital atau cryptocurrency mengalami penurunan antara tiga persen hingga 12 persen dalam 24 jam terakhir. Rabu waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, harga Bitcoin turun lebih dariUS $ 100, atau setara kehilangan enam persen dengan Ethereum mencatat kerugian yang sama. Sedangkan Monero ambruk 10 persen. Hanya Ripple membukukan kenaikan 6,5 persen sekaligus melawan tren penurunan.

Penurunan harga yang meluas itu muncul menjelang keputusan terhadap Bitcoin ETF oleh otoritas bursa saham (Securities and Exchange Commission) Amerika Serikat pada Jumat, 11 Maret 2017. Para pedagang menjual Bitcoinnya untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan penolakan terhadap investor Bitcoin, yang jika disetujui, akan menjadi perusahaan pertama mencatatkan dirinya di bursa saham.



 Selain itu, pada Selasa, laman pembocor dokumen rahasia Wikileaks menerbitkan volume pertama dari proyek data massal terkait praktik mata-mata AS, yang diduga menyadap perangkat elektronik konsumen seperti smartphone di seluruh dunia. Meski sulit disebut sebagai penyebab kemerosotan yang mendadak itu, berita tentang kerentanan perangkat konsumen juga mengancam akses dana cryptocurrency dalam perangkat tersebut.

Sebelum berita kebocoran merebak, John McAfee, programmer dan investor, sudah memperingatkan pada konferensi Blockchain di London, November 2016, bahwa password dompet mata uang digital bisa diretas dalam “lima menit”. “Ini untuk pemilik ratusan ribu dolar di dompet smartphone. Saya beritahukan, ‘Jika Anda memberi saya nomor telepon, dalam lima menit saya akan mentransfer semua Bitcoin Anda ke rekening saya’.”

Penulis: Admin
Foto: Cointelegraph
Grafik: Coontelegraph 
 
Jangan Lewatkan 

Rabu, 08 Maret 2017

Wah, Kans Winklevoss Bitcoin ETF Disetujui Naik 72 Persen


Faktor penting yang bisa memainkan peran penentu dalam persetujuan final pada 11 Maret 2017 terhadap proposal si kembar Winklevoss 'Bitcoin ETF adalah saran dan nasihat dari  pihak luar, konsultan independen, dan masyarakat. Pada 14 Februari 2017, sejumlah organisasi dan pejabat, yang terlibat pembahasan Winklevoss Bitcoin ETF, berpartisipasi dalam diskusi tentang masa depan ETF jika proposal disetujui.

Pembahasan difokuskan pada reaksi pasar, potensi masalah yang mungkin timbul dan manfaat bagi masyarakat jika Bitcoin ETF terbentuk. Seperti dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, otoritas bursa saham Amerika Serikat (SEC) membawa penasehat independen dari KCG Holdings dan Susquehanna International pada 14 Februari untuk membeberkan perspektif dan wawasan terkait niat investor yang berkode saham COIN itu.

Tahapan ini aspek penting dari proses persetujuan saat SEC menawarkan paparan penasehat dan konsultan independen dalam memutuskan apakah COIN siap untuk disetujui atau tidak. Selain KCG Holdings dan Susquehanna, SEC juga meminta pendapat publik dengan sejumlah catatan yang serius, mengevaluasi, dan membangun konsensus di antara masyarakat yang memberikan pendapatnya dalam proses pembahasan Bitcoin ETF.

Winklevoss Bitcoin ETF berniat mendaftarkan 1 juta saham dengan nilai masing-masing US$ 65 per lembar dengan kode saham COIN. SEC harus memutuskan menyetujui atau menolak pengajuan ETF ini paling lambat 13 Maret 2017. Dengan batas waktu semakin dekat, banyak spekulasi mengenai hasil akhir keputusan ini. Kebanyakan orang masih percaya SEC tidak akan menyetujui ETF bitcoin, meskipun banyak juga yang mengharapkan sebaliknya.



Apa Kata Publik?

Sejauh ini sekitar 72 persen responden yang dimintai pendapatnya mendukung persetujuan Bitcoin ETF. Responden yang lain, 28 persen, menyebutkan ada sejumlah masalah dengan jaringan Bitcoin yang mesti dituntaskan. Namun, dalam pertimbangan keadaan jaringan Bitcoin saat ini, masalah yang disebutkan oleh para penentang Bitcoin ETF belum mendesak sehingga harus menjadi pertimbangan SEC untuk menyetujui Bitcoin ETF.

Salah satu isu yang sering digiring oleh para penentang ETF yaitu kekhawatiran tentang hard fork. Seperti yang dikutip dari laman Bitcoin.co.id, istilah hard fork merujuk kepada situasi saat pengembang mata uang digital (cryptocurrency) sepakat untuk mengaplikasikan perubahan dalam pemrograman mata uang digital itu. Biasanya hard fork bertujuan mengamankan sistem jaringan akibat pengguna yang bertambah banyak.

Beberapa komentar publik penentang Bitcoin ETF termasuk kekhawatiran pelaksanaan hard fork yang berpotensi menimbulkan pemisahan rantai jaringan. Perpecahan dalam rantai jaringan bisa mengarah kepada penciptaan fork lain dalam Bitcoin sehingga kemungkinan bisa membuat dua jenis mata uang serupa. Sektar 28 persen responden menyatakan bahwa Bitcoin ETF tidak siap untuk diperkenalkan kepada publik.

Hingga kini, eksekusi hard fork jauh panggang dari api. Hard fork sulit diwujudkan lantaran penambang harus mengumpulkan 51 persen daya hash untuk membuat keputusan. Jaringan terbaru Bitcoin Unlimited tidak mendekati angka itu. Bahkan jika Bitcoin Unlimited berhasil dijalankan dan mengarah kepada penciptaan Bitcoin lain, hal ini bukan masalah besar karena semua orang dalam jaringan akan menyeimbangkan Bitcoin Unlimited.


Keputusan Hati-hati

Salah satu dari sekian banyak komentar yang mendukung pembentukan Bitcoin ETF ditulis oleh Philip C. Chronakis. Jaksa dan profesor hukum ini menyebutkan bahwa persetujuan terhadap Bitcoin ETF bakal menempatkan SEC dalam posisi yang unik untuk mengawasi perkembangan Bitcoin. Persetujuan tersebut juga bakal menempatkan kedudukan Amerika Serikat di garis depan dalam pembangunan Bitcoin.

"Penolakan proposal tak menghentikan kemajuan Bitcoin, namun persetujuan akan menempatkan SEC dalam posisi ideal dalam mengawasi pembangunan Bitcoin sebagai aset investasi. Ini memberikan rasa keadilan dan peluang investasi berbasis luas. Tidak hanya untuk pendukung teknologi cerdas, tapi semua orang Amerika pantas mendapatkan kesempatan dan keuntungan keuangan dari terobosan teknologi ini.”

Menurut Cointelegraph dalam artikelnya ini, perkembangan dan situasi terakhir ini menjadikan SEC berhati-hati dalam mempertimbangkan sikapnya. SEC tidak mendapatkan keuntungan dari persetujuan Bitcoin ETF karena SEC tidak mendapatkan insentif untuk kinerja ETF. Namun, pemerintah kemungkinan besar ingin Bitcoin ETF disetujui untuk mempertahankan pasar agar pasar Bitcoin dapat diregulasi dan diawasi.

Penulis: Admin

Terjawab, Inilah Sebab di Balik Harga Bitcoin Jatuh Lebih dari US$ 100




Harga Bitcoin turun 2,4 persen menjadi US$ 1.198 saat pengguna dan trader terus melakukan aksi jual. Pelemahan harga Bitcoin Rabu ini muncul setelah tiga bursa Bitcoin terbesar di Cina, yakni OkCoin, Huobi, dan BTCC, kompak memperpanjang kebijakannya.

Menurut Business Insider, Rabu 8 Maret 2017, ketiga pemain kakap itu mengeluarkan pernyataan senada yang mengatakan mereka akan terus memblokir penarikan Bitcoin sampai persetujuan diberikan oleh regulator untuk melanjutkan operasional mereka.

Bitcoin jatuh lebih dari US$ 100 dalam hitungan menit pada Selasa sekitar dua jam setelah judul utama Bloomberg mengutip Peopls’s Bank of China atau bank sentral yang menyarankan aturan pengawasan Bitcoin baru-baru ini bakal dilanjutkan.

Kejatuhan harga Bitcoin terjadi di tengah kenaikan beruntun selama sebulan yang tmencapai 30 persen saat harga satu Bitcoin setinggi US$ 1.292,71 karena para pedagang berspekulasi mengenai keputusan otoritas bursa Amerika Serikat atau SEC.

Trader berharap SEC akan menyetujui setidaknya salah satu dari tiga investor di bursa Bitcoin menjelang tenggat 11 Maret 2017. Karena batas waktu jatuh pada hari Sabtu, keputusan bisa muncul pada Senin, 13 Maret 2017.

Penurunan harga Bitcoin global juga berdampak pada harga Bitcoin di Indonesia. Bitcoin di Indonesia hingga Rabu malam terus tertekan dengan VIP Bitcoin mencatat harga per Bitcoin di level Rp 16.051.00, dan Luno Indonesia membanderol dengan Rp 16.061.000.

Penulis: Admin