Senin, 06 Maret 2017

Daftar 5 Wallet Bitcoin Paling Top, Mana Pilihan Anda?


Satu-satunya cara terbaik untuk menyimpan Bitcoin Anda adalah dengan menggunakan dompet atau wallet yang aman. Namun, sungguh sulit untuk mengukur klasifikasi dompet yang. Ujung-ujungnya pengguna sendirilah memiliki preferensi sesuai selera sesuai dengan jenis kebutuhan masing-masing. Namun, ada beberapa solusi endapatkan wallet untuk menjaga kekayaan Anda, seperti yang dikutip dari laman The Merkle, Minggu, 6 Maret 2017.



#5 Multibit

Di ranah perangkat lunak, ada sejumlah pilihan dompet Bitcoin. Salah satu dompet yang paling sering dipakai pengguna adalah Multibit. Dompet ini ringan dan mudah diintegrasikan dengan perangkat keras lainnya. Meski tongkrongan Multibit terlihat agak tradisional, dompet ini terus diperbarui untuk peningkatan keamanan. Yang pasti, perangkat lunak ini adalah solusi untuk menyimpan Bitcoin Anda dengan mudah dan aman
.


#4 Armory

Layanan penyedia dompet Bitcoin apapun menyediakan penyimpanan dan dukungan multi-signature sebagai faktor utama dalam memfasilitasi keamanan dompet Bitcoin Anda. Armory jawaban yang tepat, dalam hal ini sebagai toko password di komputer offline. Lewat cara ini Anda tidak mungkin kecurian Bitcoin, kecuali seseorang memiliki akses ke lokasi fisik komputer Anda. Meski demikian tidak ada yang tahu di mana lokasi penyimpanan ini.


#3 Mycelium

Di jagat pertempuran telepon seluler, persaingan amat ketat untuk merebut predikat sebagai dompet paling aman. Mycelium mendapat acungan jempol dalam hal ini, karena dianggap sebagai aplikasi penyimpanan Bitcoin teraman. Dukungan dompet resolusi tinggi (HD) mereka, pilihan menghapus kunci pribadi dari perangkat, dan integrasi akun “sensor mata”, menjadikan Mycelium salah satu dompet Bitcoin mobile yang aman.


#2 KeepKey

Perangkat keras untuk dompet Bitcoin sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat tersebut dirancang untuk memudahkan penyimpanan Bitcoin yang aman. Beberapa perusahaan meluncurkan produk mereka dalam beberapa tahun terakhir. KeepKey salah satunya. KeepKey mengharuskan pengguna secara manual menyetujui setiap transaksi. Perangkat ini memiliki perlindungan PIN, yang memperketat pengamanan dompet Bitcoin.


#1 Ledger Nano (S)

Semua dompet Ledger muncul seukuran USB, meskipun ada sedikit perbedaan di antara masing-masing jenis. Ledger Nano S adalah dompet hardware yang paling populer, karena mampu menyimpan dua mata uang digital, yakni Bitcoin ataupun Ethereum. Selain itu, pengguna dapat menuntaskan transaksi dompet melalui layar pada perangkat atau dengan menggunakan plugin browser. Harganya terjangkau, kuat, dan yang pasti produk ini aman.

Penulis: Admin
Foto: CoinDesk

Jangan Lewatkan 

Minggu, 05 Maret 2017

Bank Sentral Nigeria: Kami Tak Dapat Menghentikan Bitcoin


Wakil Direktur Bank Sentral Nigeria (CBN) Bidang Sistem Perbankan dan Pembayaran, Musa Itopa-Jimoh, mengatakan banyak orang yang salah menafsirkan peringatan terakhir bank sentral terhadap pengunaan Bitcoin. “Kami tak berwenang menghentikan Bitcoin. Ini bukan mata uang kami. Kami tidak dapat mengendalikannya. Kami tidak mengeluarkan Bitcoin sehingga tidak dapat mengontrolnya,” kata Musa dalam breakfast meeting yang diselenggarakan Chartered Institute of Bankers Nigeria (CIBN) awal pekan ini kepada News.bitcoin.com.

Dia menegaskan, bank sentral hanya mengeluarkan peringatan untuk Nigeria. Musa menambahkan, jika terlibat dalam cryptocurrency, masyarakat tidak bisa datang ke CBN untuk mendapatkan perlindungan konsumen “karena tidak berada dalam kendali kami”.  “Banyak orang salah menafsirkan kami ingin menghentikan Bitcoin. Bitcoin bukan penemuan 2015 atau 2012; bahkan bukan penemuan 2010. Jadi, bagaimana bisa bank sentral Nigeria, bukan bank sentral dunia, menghentikan penggunaan Bitcoin?”

Sebelumnya Bank Sentral Nigeria mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan sejumlah mata uang digital, termasuk Bitcoin. Pada 12 Januari 2017, CBN mengeluarkan surat edaran kepada bank dan lembaga keuangan lain yang mengoperasikan mata uang virtual di Nigeria. Bank sentral mengharuskan mereka mengambil tindakan tertentu yang berkaitan dengan peraturan Bank Sentral Nigeria. Peringatan tersebut intinya, pemerintah dalam hal ini bank sentral tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan mata uang digital.

“CBN menegaskan bahwa VC (mata uang virtual])seperti Bitcoin, Ripples, Monero, Litecoin, Dogecoin, Onecoin, dan produk sejenis tidak berada dalam perlindungan hukum di Nigeria. Sehingga, setiap bank atau pun lembaga yang melakukan transaksi dalam bisnis seperti yang disebutikan itu melakukannya atas resikonya sendiri,” demikian pemberitahuan yang disampaikan oleh Bank Sentral Nigeria kepada dunia perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Pada hari yang sama, otoritas bursa Nigeria atau Securities and Exchange Commission Nigeria (SEC) memperingatkan warga dari investasi terhadap Bitcoin, Onecoin, dan Swisscoin. Menempatkan dalam kategori yang sama, SEC mengatakan investasi tersebut berisiko dan beberapa dari mata uang itu diduga ‘skema piramida penipuan’. Pemberitahuan kepada masyarakat itu berbunyi, “Masyarakat dengan ini disarankan untuk ekstra hati-hati berkaitan dengan mata uang digital (cryptocurrency) sebagai kendaraan investasi”.

Selama acara breakfast meeting itu berlangsung, para pemain kuncil dalam teknologi keuangan (fintech) membahas dampak penggunaan mata uang digital. Musa Itopa-Jimoh berkali-kali menegaskan, bank sentral tidak dapat mengendalikan atau meregulasi Bitcoin. “Bank sentral tidak dapat mengendalikan atau mengatur Blockchain. Seperti halnya dengan Internet, tidak ada yang dapat mengendalikan atau mengaturnya. Kami tidak berniat melakukannya.”

Penulis: Admin
Foto: Bitcoin.com

Jangan Lewatkan
‘Saya Beli Bitcoin Tahun 2011, Sekarang Harganya Rp 311 Juta’

Analisis Optimistis Bursa Bitcoin Winklevoss, Kemungkinan Disetujui 50 Persen

Analisis dari lembaga keuangan terkemuka termasuk Bloomberg yakin bahwa kemungkinan proposal bursa saham Bitcoin (Bitcoin ETF) milik si kembar Winklevoss akan disetujui cukup tinggi. Sebabnya, ada unsur tak terduga dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat. Komisi memiliki tenggat hingga 11 Maret untuk menyikapi proposal ini.

Ada perkembangan bagian-bagian yang mendukung persetujuan Bitcoin ETF. Beberapa bagian ini bisa memainkan faktor utama yang akan mendorong SEC menyetujui Bitcoin ETF pertama di dunia. Dan sisa bagian yang lainnya itu terus bergerak dan benar-benar bisa menghilangkan kemungkinan Bitcoin ETF diperkenalkan kepada publik.

Seperti yang dilansir Cointelegraph, Minggu, 5 Maret 2017, berdasarkan keputusan masa lalu SEC dan menyikapi inovasi ETF, sulit mendukung Winklevoss. Namun, keterlibatan US$ 30 miliar dari lembaga keuangan terkemuka dan partisipasi analis independen SEC dan si kembar Winklevoss, seperti KCG dan Susquehanna, memberi harapan.

Selama beberapa tahun terakhir, Bitcoin digambarkan sebagai emas digital. Bitcoin belum mencapai potensi teknologi sepenuhnya untuk beroperasi sebagai solusi jaringan yang efisien dan murah. Oleh karena itu, sebagian besar pengguna Bitcoin saat ini memanfaatkan jaringan Bitcoin untuk melindungi kekayaan mereka sekaligus menyelesaikan transaksi besar yang sebelumnya tidak mungkin tanpa kehadiran mediator.

Analis senior Bloomberg, Eric Balchunas, menjelaskan, SEC memperkenalkan ETF di masa lalu yang membuka pasar baru. Padahal, lembaga ini sebelumnya tidak banyak menarik minat pelaku industri saat itu. Contoh dari ETF tersebut adalah ASHR, yang telah disetujui oleh SEC sebelum perusahaan-perusahaan AS muncul untuk berdagang.


Mengapa Analis Percaya Bitcoin ETF Disetujui?

"Kemungkinan untuk disetujui dan menolak begitu berimbang. Anda punya kendala regulasi, likuiditas, dan masalah keamanan, tetapi ada alasan untuk itu karena ETF memiliki sejarah panjang dalam membuka pasar baru. Contoh bagus dari ETF yang disetujui oleh SEC adalah bursa saham ASHR, yang disetujui sebelum perusahaan AS berdagang."

Sampai menjelang tanggal persetujuan, Balchunas menyatakan probabilitas Bitcoin ETF untuk disetujui adalah 50 persen. Industri Bitcoin dan masyarakat cukup optimistis terhadap persetujuan dari Bitcoin ETF, terutama karena upaya si kembar Winklevoss dalam membawa lembaga keuangan terkemuka dalam State Street, yang pada dasarnya mengoperasikan ETF dan mengambil alih proses audit.

State Street, yang dikenal sebagai State Street Corporation, adalah induk usaha dari layanan jasa keuangan di seluruh Amerika. State Street didirikan pada 1792 dan merupakan lembaga keuangan tertua kedua di Amerika Serikat. Kantor pusat perusahaan berada di Lincoln Street, Boston dan memiliki kantor di 29 negara di seluruh dunia. 

Satu keuntungan struktur ETF, menurut Balchunas, adalah harga premium bursa saham Bitcoin yang signifikan lebih murah ketimbang instrumen saham Bitcoin publik yang ada saat ini. Seperti yang terlihat di dalam instrumen dalam pasar bebas (over-the-counter alias OTC). Saham Bitcoin di Bitcoin Investment Trust (GBTC), misalnya, di pasar utama biasanya diperdagangkan dengan harga yang tinggi. 

Saat ini, GBTC diperdagangkan pada level US$ 129 per saham, yang merupakan cermin dari harga US$ 1.290 per satu Bitcoin. Di pasar global, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 1.250. “Jika itu adalah saham likuid dengan hasil yang tinggi, Anda mungkin bisa memperdagangkannya di bursa saham Bitcoin ETF dengan harga premium di atas 1 atau 2 persen tapi itu jauh lebih baik daripada pasar OTC,” ucap Balchunas.

Penulis: Admin
Foto: Pixabay

Jangan Lewatkan